Senin, 30 Mei 2016

Tips Merawat Kerak Kepala Bayi

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

6 CARA MERAWAT KERAK KEPALA BAYI


Kerak pada kepala atau cradle cap sebenarnya bukan hal aneh pada bayi usia 8-12 bulan. Kerak ini biasa ditemui pada wajah, dahi, telinga, leher, ketiak, dan belakang lutut. Pasalnya, kerak tak berbahaya, hanya mengganggu penampilan. Namun, tetap butuh perawatan, ini langkahnya:  
 
1      -  Siapkan baby oil, sampo bayi, sisir sikat yang halus, dan waslap.
2     - Oleskan bayi oil dan pijat secara perlahan pada kepala bayi.
3     - Sisir secara perlahan sambil mengangkat kerak kepala yang terlepas.
4     - Cuci rambut dan kulit kepala dengan sampo, air hangat, dan waslap hingga bersih.
5     - Bila masih ditemui adanya kerak, lakukan tahapan tersebut esok harinya.

6   Hindari mengelupas dengan paksa, terlebih saat kondisi kering, karena bisa menimbulkan infeksi. Periksakan ke dokter jika ada tanda infeksi berupa ruam.



b    Semoga Bermanfaat
      Barakallahfiikum



Tips Merawat Bayi Demam

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

4 HAL PENTING YANG PERLU ANDA LAKUKAN SAAT BAYI DEMAM








Salah satu kekhawatiran orang tua adalah saat anaknya demam.
Segera lakukan 4 tips berikut :

1. Jangan panik saat suhu tubuh anak hangat atau panas, sebab tidak  berarti  pertanda ia terkena penyakit. Demam merupakan proses mekanisme tubuh yang sehat saat menghalau penyakit. Misalnya, jika ia mengalami demam setelah imunisasi, berarti sistem kekebalan tubuhnya berjalan dengan baik.

2. Perlu cermat  jika  bayi  demam diikuti dengan tanda lain,  seperti hilangnya nafsu makan, ada ruam, pernapasannya terganggu, kejang, dehidrasi, dan tidak responsif atau lesu saat diajak bermain. 

3. Segera ke dokter bila demam tidak kunjung turun (di atas 37,5°C) selama 24 jam.  Namun segera temui dokter jika itu dialami oleh bayi berusia ≤ 3 bulan. Sebab lapisan pelindung sel antara aliran darah dan sistem saraf pusatnya masih tipis. Sehingga mikroorganisme bisa cepat menyebar dan merusak jaringan sarafnya.

4. Lakukan ini jika bayi demam;  mengompres dengan air hangat. Anda dapat menambahkan tingkat kehangatannya bila demam semakin tinggi. Pastikan anak  mendapat asupan cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi dan merupakan salah satu cara menurunkan suhu tubuh (saat masuknya cairan dalam tubuh, lalu dikeluarkan lagi dalam bentuk urin). Mengenakan bayi pakaian yang nyaman (berbahan tipis)


Semoga Bermanfaat
Barakallahfiikum

Tips DIare pada Bayi

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM


Diare Pada Bayi: Apa, Kapan, Mengapa dan Bagaimana Mengatasinya?


Apa dan Kapan


Yang paling sulit untuk mengetahui apakah bayi menderita diare atau tidak adalah pada bayi berusia 1-2 bulan. Bayi berusia 1-2 bulan memiliki feses (kotoran BAB) yang lunak dan agak cair. Frekuensi BAB-nya pun lumayan sering. Itulah sebabnya agak sulit membedakan apakah bayi berusia ini diare atau tidak. Lain halnya dengan bayi yang berusia lebih dari itu. Frekuensi BAB-nya sudah tidak sesering pada awalnya, sehingga ketika ia menderita diare, akan lebih mudah mengenalinya.
Namun demikian, pada umumnya Anda dapat memperhatikan 3 hal berikut ketika menentukan apakah si kecil menderita diare atau tidak:
·         Peningkatan frekuensi BAB yang drastis
·         Setiap setelah satu kali menyusu atau mengkonsumsi MPASI, ia akan BAB lebih dari satu kali
·         Fesesnya jauh lebih encer dibandingkan biasanya
Apabila ketiga hal di atas Anda dapati, maka ada kemungkinan si kecil terkena diare.
Apalagi jika ketiga tanda-tanda diatas disertai dengan:
·         Demam
·         Batuk/pilek
·         Susah makan
Maka hampir dapat dipastikan si kecil memang terkena diare.


Mengapa

Apa penyebab bayi terkena diare? Berikut 3 penyebab utama diare pada bayi…
1.    Virus – ini merupakan penyebab utama diare pada bayi. Biasanya berlangsung tidak lama dan akan hilang seiring dengan waktu.
2.    Antibiotik – konsumsi antibiotik baik oleh bayi maupun oleh ibu yang sedang menyusuinya dapat juga menyebabkan diare pada si kecil.
3.    Pola Makan – pola makan bayi yang berubah (tidak seperti biasanya), ataupun jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibunya yang sedang menyusui juga bisa berpengaruh terhadap kondisi perut si kecil.



Bagaimana

Yang paling penting dalam menangani bayi yang menderita diare adalah memberikan asupan cairan yang cukup. Berikut beberapa tips untuk meredakan gejala diare pada bayi:
·         Terus memberikan ASI – konsumsi ASI yang berketerusan tidak hanya mencegah si kecil dari dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), namun juga membantu mempercepat pulihnya kondisi tubuh si kecil.
·         Jika setelah menyusu atau makan si kecil masih tampak kehausan, terkadang dokter akan menyarankan untuk memberikan cairan elektrolit. Namun jangan memberikan sembarangan cairan tanpa saran dokter, karena tidak semua cairan yang bisa dikonsumsi oleh dewasa, dapat diterima oleh tubuh si kecil.
·         Awasi tanda-tanda dehidrasi – mulut dan kulit yang mengering, mata yang celong, apalagi kalau hingga 8 jam ia tidak buang air kecil, maka segeralah periksakan ke dokter Anda.
·         Segera periksakan ke dokter jika ia BAB lebih dari 8 kali selama 8 jam, dan/atau diare disertai demam telah berlangsung selama lebih dari 3 hari, serta tampak tanda-tanda dehidrasi.

Semoga si kecil sehat selalu! 

Manfaat Memijat Bayi

Bismillahirrohmanirrohim



Sederet Manfaat Memijat Bayi yang Benar untuk Ibu dan si Kecil

Berbeda dengan saat masih berada di dalam kandungan, si Kecil menerima lebih banyak stimulus setelah ia terlahir ke dunia, Bu. Seperti halnya kita, bayi pun perlu menyesuaikan diri dengan perbedaan ini. Kabar baiknya, Ibu bisa membantu si Kecil melewati proses adaptasi ini dengan lebih mudah. Salah satunya melalui penerapan cara memijat bayi yang benar sejak dini.
Sebagai salah satu bentuk sentuhan, pijatan termasuk bahasa pertama antara Ibu dan bayi yang memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. Sebab, pijatan bukan hanya menstimulasi satu indra, melainkan beberapa indra sekaligus, dan membuat sensitivitas indra si Kecil menjadi semakin tajam. Berikut beberapa manfaat yang bisa Ibu dan bayi dapatkan jika teknik memijat bayi yang tepat diterapkan pada si Kecil sejak dini:
  1. Meningkatkan Kualitas Tidur si Kecil
Seperti halnya kita, kualitas tidur juga penting bagi bayi karena memengaruhi kecerdasan dan proses tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, orang tua perlu menjaga kualitas tidur si Kecil setiap harinya. Pijatan lembut yang diberikan pada si Kecil jelang waktu tidurnya cukup membantu dalam hal ini, Bu.
Penelitian mengungkapkan bahwa kontak kulit, mata, dan suara antara Ibu dan si Kecil selama sesi pijat merangsang produksi hormon serotonin pada tubuh bayi, serta mengatur ritme pelepasan melatonin. Sebagai informasi, serotonin adalah hormon yang mendorong munculnya rasa nyaman, sementara melatonin adalah hormon pada tubuh yang berkaitan langsung dengan siklus tidur. Secara otomatis, membaiknya level kedua hormon ini dalam tubuh akan membantu meningkatkan kualitas tidur.
  1. Mendukung Pertumbuhan si Kecil
Teknik memijat yang tepat untuk bayi juga bermanfaat dalam membantu pertumbuhannya secara fisik. Tekanan-tekanan lembut yang Ibu lakukan di atas tubuh bayi selama memijatnya akan menjadikan otot-otot tubuhnya lebih kuat sehingga memudahkan si Kecil saat mulai belajar jalan nanti. Tak hanya itu, pijatan di telapak tangan dan kaki juga membantu meningkatkan kecerdasan motorik si Kecil dengan merangsang syaraf-syaraf halus di dalamnya, Bu.  
3. Membentuk si Kecil Jadi Pribadi Penuh Percaya Diri
Di samping mampu meningkatkan kualitas tidur harian bayi, cara memijat bayi yang benar juga bisa membantu Ibu membentuk si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang penuh rasa percaya diri. Sebab, komunikasi intens yang Ibu lakukan pada si Kecil lewat pijatan membuatnya merasa dicintai dan didukung sejak awal. Perasaan dicintai juga membuat kepercayaan diri bayi meningkat.  Kepercayaan diri ini akan dibawa hingga ia dewasa dan jadi modal bagi si Kecil menjalani berbagai tahap selanjutnya dalam hidup, Bu!

4. Memperkuat Ikatan Emosional antara Ibu dan si Kecil
Lebih dari sekadar manfaat fisik, sesi pijat bayi yang dilakukan secara rutin juga membantu memperkuat ikatan emosional antara Ibu dan si Kecil. Sebab, kontak fisik berupa skin-to-skin contact dan eye contact yang terjadi selama sesi pijat menghasilkan intimasi yang lebih dalam. Inilah mengapa rutin memijat bayi disarankan untuk para Ibu yang mengalami sindrom baby blues pasca melahirkan..
Banyak ya, Bu, manfaat memijat si Kecil? Mulai sekarang, yuk praktikkan cara memijat bayi yang benar dalam rutinitas harian Ibu bersama si Kecil!

Semoga Bermanfaat
Barakallahfiikum

Membersihkan Gigi Balita



Gigi Balita




Meski rangkaian gigi pertama anak Anda belum permanen, tetap penting untuk menjaganya agar tetap bersih dan sehat. Lubang gigi terbentuk saat bakteri alami dalam mulut balita menyatu dengan gula dari sisa makanan yang tertinggal di giginya, dan menghasilkan asam yang menyerang lapisan email gigi. 
Mengajarkan si kecil untuk merawat gigi dan membersihkan lidahnya dapat menjadi kesempatan yang baik bagi Anda untuk lebih dekat dengannya, membantunya menghindari kunjungan ke dokter gigi, serta menanamkan pentingnya kesehatan mulut dan lidah bayi sejak dini.
Saat yang Tepat Membersihkan Gigi Balita
Gigi balita perlu dibersihkan sedikitnya dua kali sehari. Waktu yang ideal adalah setelah sarapan dan sehabis makan malam. Namun waktu paling penting untuk menggosok gigi dan membersihkan lidah bayi adalah sesaat sebelum ia tidur; karena bakteri yang menyebabkan gigi berlubang berkembang pesat di malam hari.
Cara Menggosok Gigi Balita
  • Pancing kemandiriannya untuk menggosok gigi sendiri (bahwa bisa menggosok gigi sendiri menandakan bahwa ia sudah besar). Berikan si kecil pasta gigi dengan rasa tertentu yang disukainya, serta sikat gigi berukuran kecil yang lembut, agar ia menganggap kebiasaan ini sebagai sesuatu yang menyenangkan.
  • Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride, dan cukup gunakan seukuran kacang. Terlalu banyak fluoride dapat menimbulkan noda permanen pada gigi.
  • Ia mungkin hanya berkonsentrasi membersihkan gigi depannya, jadi ingatkan ia untuk juga menggosok gigi belakang dan membersihkan lidahnya.
  • Tunjukkan padanya cara berkumur dengan air. Lalu, ibu dapat menggosokkan gigi dan membersihkan lidah si kecil sekali lagi, karena anak-anak biasanya tidak menggosok gigi hingga ke semua celah dan sudut. Saat ia duduk di kelas dua atau tiga sekolah dasar, ia sudah bisa dibiarkan untuk menggosok gigi sendiri.
Saat yang Tepat Membawa Balita ke Dokter Gigi

Inilah saat yang tepat untuk membiasakan balita mengunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali. Usahakan untuk menjadikan kunjungan tersebut menyenangkan. Jika ia gugup, letakkan ia di “kursi ajaib,” yakni pangkuan ibu agar dokter dapat memeriksa bagian dalam mulut si kecil.

Semoga Bermanfaat
Barakallahfiikum